Tedi Supardi Muslih Maju dalam Kontestasi Ketua Umum APJII 2024-2028, Ini 9 Program Prioritasnya

pemainku.com.COM, JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Daerah Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Jakarta Tedi Supardi Muslih mengumumkan pencalonannya pada Pilpres APJII 2024-2028.

Dalam jumpa pers yang digelar di Jakarta Selatan, Rabu, 15 Mei 2024, Teddy yang akrab disapa Kontedi menyampaikan tujuh program prioritas yang ingin ia laksanakan sebagai Presiden APJII 2024-2028.

APJII didirikan melalui konferensi nasional pertama yang diadakan pada tanggal 15 Mei 1996 untuk memainkan peran strategis dalam tata kelola Internet di Indonesia.

Saat ini, APJII ditetapkan sebagai lembaga pengelola nomor IP nasional nomor 785 Menteri Komunikasi dan Informatika tahun 2017 dan memiliki lebih dari 1.000 anggota di Indonesia.

APJII DKI Jakarta sendiri beranggotakan sekitar 400 orang.

Tedi dalam keterangannya mengatakan: “Setelah sekian lama menjadi anggota organisasi ini, saya ingin memberikan yang lebih kepada organisasi ini agar maju, berkembang dan mendukung semua anggota. Saya ingin memberikan waktu saya. APJII Tedi Supardi Muslih APJII 2024-2028 Dia telah mengumumkan pencalonannya sebagai presiden.

APJII saat ini mempunyai 15 node pertukaran jaringan di berbagai wilayah Indonesia antara lain Jakarta (Indonesia Network Exchange Center), Medan, Pekanbaru, Batam, Palembang, Bandung, Semarang, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Denpasar, Lampung, Balipapan dan Pontian. .

IIX dan IX merupakan infrastruktur jaringan terpadu untuk interkoneksi antar anggota APJII, terdiri dari Internet Service Provider (ISP), NAP, jaringan, dan jaringan privat.

Sembilan proyek prioritas yang diusulkan Tedi adalah:

1. Pendelegasian dan pembagian kekuasaan kepada seluruh pengurus daerah APJII dalam batas wilayahnya2. Rasio Perimbangan Keuangan Daerah APJII3. Memperkuat dan meningkatkan kapasitas wilayah IIX dan IX Indonesia. 4. Memperkuat tata kelola kekayaan intelektual agar lebih cepat, akurat dan aman serta mengalokasikan kegiatan IDNIC di APJII Wilayah 5. Tata kelola organisasi seperti kepengurusan, administrasi dan keuangan bagi organisasi nirlaba (non-korporasi) terbuka bagi seluruh anggota APJII6. Berperan aktif dalam membantu penertiban operator telekomunikasi ilegal (tidak berizin) sekaligus memberikan bantuan hukum kepada seluruh APJII Wilayah 7. Mendorong secara aktif anggota APJII untuk berpartisipasi dan memberikan perhatian lebih terhadap organisasi APJII itu sendiri8. Partisipasi aktif dalam hubungan internasional. 9. APJII Pusat bertujuan memiliki sarana dan prasarana yang mandiri.

Selaku Ketua Pengurus Wilayah APJII Wilayah Jakarta, Tedi banyak melakukan terobosan. Diantaranya didirikan pusat pelatihan STC Senayan untuk memberikan berbagai pelatihan terkait industri internet kepada para anggotanya.

Kantor seluas 100 meter persegi yang juga merupakan kantor APJII Jakarta ini memiliki fasilitas pusat pelatihan untuk 24 orang yang dilengkapi dengan berbagai peralatan termasuk proyektor, sound system, berbagai peralatan multimedia streaming, bahkan hiburan.

“Anggota dapat melakukan kegiatan pelatihan dan memperkenalkan narasumber dari industri terkait dengan harga istimewa, seperti narasumber dari bidang teknologi, keuangan, keuangan, pajak, dan lainnya. Kami berusaha semaksimal mungkin untuk memfasilitasi bisnis anggota,” kata Teddy.

Dengan adanya fasilitas Kawasan Khusus APJII di Jakarta, pengelola daerah dapat melakukan berbagai kegiatan usaha di pusat tanpa membebani biaya.

Kawasan Khusus APJII Jakarta merupakan pionir dalam penyediaan pusat pelatihan dan menjadi percontohan bagi daerah lain.

Saat ini, sudah belasan lebih daerah lain yang mengikuti jejak APJII DKJ, antara lain Jawa Barat, Jawa Timur, dll.

“Untuk menjalankan organisasi sebesar APJII, dibutuhkan sosok yang bisa mengabdikan waktunya untuk organisasi. Kalau dia tetap aktif dalam keseharian perusahaan, bisa jadi dia tidak terlalu efektif,” pertama. kata petugas itu.

Tinggalkan komentar