36 Juta Akun Roblox hingga ChatGPT Dicuri dan Dijual di Dark Web Dalam 3 Tahun Terakhir

pemainku.com, Jakarta – Pakar Kaspersky Digital Footprint Intelligence menemukan sejumlah besar kredensial login ditemukan di web gelap. Pencurian identitas berkisar dari platform AI hingga game populer, salah satunya adalah Roblox.

Hasil ini mengungkapkan bahwa selama tiga tahun terakhir terdapat 34 juta kredensial pengguna Roblox (login dan kata sandi) yang telah disusupi oleh malware dan ditempatkan di web gelap.

Game Roblox juga menjadi target yang menguntungkan bagi para penjahat dunia maya. Yang memprihatinkan adalah jumlah akun yang terkait dengan permainan anak-anak terus meningkat.

Padahal, dalam tiga tahun terakhir, jumlah tersebut meningkat 231 persen dari 4,7 juta pada tahun 2021 menjadi 15,5 juta pada tahun 2023.

Selain Roblox, kredensial terkait platform game yang juga diretas antara lain Twitch, EA, Sony PlayStation, dan Steam yang meningkat 112 persen dibandingkan tahun 2021.

Yulia Novikova, Head of Kaspersky Digital Footprint Intelligence, mengatakan tingginya angka pencurian identitas di Roblox karena anak-anak merupakan kelompok paling rentan terhadap rekayasa sosial.

“Penjahat dunia maya dapat menyembunyikan pencuri informasi dalam file yang berisi kode berbahaya untuk mengelabui pemain muda. Kadang-kadang, penipuan ini mungkin terlihat nyata, seperti tautan berbahaya yang diposting di situs media sosial yang sah. Dan situs populer seperti YouTube telah melihat jumlah akun permainan untuk anak-anak yang diretas ,” dia berkata.

Yulia mengatakan pelaku kejahatan siber mengincar akun game untuk mencuri barang berharga. Mulai dari mata uang, mata uang dalam game, dan item dalam game.

Kaspersky juga mengungkapkan bahwa kredensial untuk beberapa layanan AI mulai dari pengeditan gambar, terjemahan, koreksi teks, chatbots, dan generator suara telah dikompromikan karena layanan tersebut menjadi populer di kalangan pengguna.

Selama tiga tahun terakhir, lebih dari 1,1 juta aplikasi dari alat desain grafis Cana telah disusupi oleh malware pencuri identitas pengguna.

Identitas ini muncul di forum web gelap dan saluran Telegram palsu. Asisten penulisan AI yang populer, Grammarly, juga diretas, dengan total 839 ribu kredensial pengguna dicuri antara tahun 2021 dan 2023.

Tak hanya itu, pada tahun 2023 jumlah pencurian identitas di kalangan pengguna OpenAI akan meningkat 33 kali lipat dibandingkan tahun lalu. Sebanyak 664 ribu catatan login dan kata sandi, termasuk ChatGPT, ditempatkan di web gelap.

Yulia Novikova, Head of Kaspersky Digital Footprint Intelligence, mengatakan, “Pencuri identitas ini menggunakan Infostealer, sebuah malware yang dirancang untuk mencuri login dan kata sandi pengguna. Infostealer menginfeksi perangkat pribadi dan perusahaan melalui phishing dan metode lainnya.

Berbicara tentang sertifikat paling populer di web gelap, Kaspersky mengatakan bahwa permintaan akun ChatGPT telah meningkat di kalangan penjahat dunia maya setelah dirilisnya versi keempat ChatGPT pada Maret 2023.

Tinggalkan komentar